BELAJAR, BERJUANG, BERTAQWA

PC IPNU-IPPNU WONOSOBO

IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA - IKATAN PELAJAR PUTRI NAHDLATUL ULAMA

PC IPNU-IPPNU WONOSOBO

IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA - IKATAN PELAJAR PUTRI NAHDLATUL ULAMA

DKC CBP-KPP WONOSOBO

CORPS BRIGADE PEMBANGUNAN - KORP PELAJAR PUTRI

PC IPNU-IPPNU WONOSOBO

IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA - IKATAN PELAJAR PUTRI NAHDLATUL ULAMA

PC IPNU-IPPNU WONOSOBO

IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA - IKATAN PELAJAR PUTRI NAHDLATUL ULAMA

PC IPNU-IPPNU WONOSOBO

IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA - IKATAN PELAJAR PUTRI NAHDLATUL ULAMA

PC IPNU-IPPNU WONOSOBO

IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA - IKATAN PELAJAR PUTRI NAHDLATUL ULAMA

PC IPNU-IPPNU WONOSOBO

IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA - IKATAN PELAJAR PUTRI NAHDLATUL ULAMA

DKC CBP-KPP WONOSOBO

CORPS BRIGADE PEMBANGUNAN - KORP PELAJAR PUTRI

PC IPNU-IPPNU WONOSOBO

IKATAN PELAJAR NAHDLATUL ULAMA - IKATAN PELAJAR PUTRI NAHDLATUL ULAMA

Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Rabu

PAC IPNU-IPPNU WATUMALANG DEKLARASI TOLAK MONEY POLITIK DAN KAMPANYE HITAM

 DEKLARASI TOLAK MONEY POLITIK DAN KAMPANYE HITAM


Watumalang, Sabtu 12 Mei 2018 sejumlah Pelajar dan santri se kecamatan Watumalang yang tergabung dalam PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Watumalang melaksanakan kegiatan deklarasi pelajar menolak politisasi sara, berita bohong atau hoax, money politik dan kampanye hitam yang bertempat di MTs Bina’ul Akrom Krinjing Watumalang. Selain pelajar dan santri se- Kecamatan watumalang, acara tersebut juga dihadiri oleh MWCNU Watumalang, PAC Ansor Watumalang, PPK Watumalang, PANWASCAM Watumalang dan perwakilan pelajar mojotengah, kepil dan wonosobo.

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan dalam menyambut Konferensi Anak Cabang PAC IPNU-IPPNU Kecamatan Watumalang, tidak hanya deklarasi, kegiatan juga diramaikan dengan drum band dan kirab dari MTs Bina’ul Akrom Krinjing Menuju SMP Maarif Depok, Watumalang. Selain itu, dalam kegiatan tersebut juga diadakan sosialisasi pilgub 2018 dan pemilu 2019. Adapun deklarasi yang disampaikan berbunyi :

Kami pelajar dan santri Ikatan pelajar Nahdlatul Ulama, Ikatan pelajar Putri Nahdlatul ulama se-Kecamatan Watumalang dengan ini :

1. Menyatakan akan mengawal Pilgub 2018 dan Pemilu 2019 dari praktik politik uang dan sara.

2. Menolak politik uang dan Sara sebagai sarana meraih simpati.

3. Melawan intimidasi, ujaran kebencian dan berita bohong (hoax) karena mengurangi integritas Pemilu.

4. Mengajak pemilih menggunakan hak pilihannya secara cerdas, dan cermat dengan berdasar track record dan program kerja , bukan karena uang dan kepentingan golongan.

5. Mendorong partai politik dan tim kampanye agar tidak melakukan money politik serta kampanye hitam.

6. Mendukung kerja-kerja pengawasan dan penanganan, oleh badan pengawas pemilu.

7. Mendorong jurnalisme damai dan adil, serta menjunjung tinggi etika jurnalistik dalam pemberitaan pemilu.

Setelah deklarasi dibacakan kemudian acara dilanjutkan dengan penandatanganan deklarasi oleh perwakilan MWCNU Watumalang, PAC GP ANSOR Watumalang, PPK Watumalang, Panwascam Watumalang serta PC IPNU kab. Wonosobo yang kemudian dilanjutkan oleh seluruh peserta.

Minggu

ORANG JAWA HARUS PUNYA WIBAWA

Dalam tulisan yang berjudul Decadas da Asia,Diogo Do Couto (dalam Adolf Heuken,1999) mencatat kesanya tentang orang Jawa sebagai bangsa paling arogan di dunia,

"Pulau Jawa melimpah atas sesuatu yang terkait dengan kebutuhan hidup manusia,begitu berlimpahnya,sehingga Malaka,Aceh dan semua negeri tetangga memperoleh kebutuhan dari situ.Penduduk pribuminya disebut orang Jawa (Jaos),merdka orang-orang yang sombong,selalu memandang orang bukan Jawa lebih rendah.Oleh sebab itu,jika ada orang lain atau penduduk asal negeri lain berdiri lebih tinggi di atas sebuah bukit kecil atau tempat yang lebih tinggi daripada jalan yang akan dilewati orang Jawa tersebut,dan orang bukan Jawa tersebut tidak segera turun sampai orang Jawa itu lewat,maka orang bukan Jawa itu akan dibunuhnya.Sebab orang Jawa tidak akan membiarkan siapapun berdiri lebih tinggi darinya.Bahkan tidak ada satupun di antara orang Jawa yang sudi menyunggi barang atau beban di atas kepalanya,sekalipun ia diancam dengan hukuman mati"

Sekarang kebalikanya,orang Jawa direndahkan,jadi kita contoh nenek moyang kita jangan mau diperbudak olaeh orang2 asing,cintai negri ini kita jaga jangan sudi kita menjadi budak orang2 dungu,mereka yang harusnya menjadi budak kita hahaha

lukisan ini menunjukan keangkuhan orang Jawa,1843

KH AGUS SUNYOTO dalam Atlas Wali Songo : Buku Pertama yang Mengungkap Wali Songo Sebagai Fakta Sejarah

Oleh : Sultan Agung Faruq Nitinegoro

Jumat

ASAL-USUL SANG GARUDA, LAMBANG NEGARA INDONESIA

Garuda kita kenal sebagai lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tahukah kita semua kenapa burung Garuda dipilih sebagai lambang negara kita yang besar? Bagaimana asal-usul dan sosok sang Garuda dalam kepercayaan ataupun mitologi para nenek moyang dan pendiri bangsa kita?

Garuda dalam khasanah sejarah Nusantara muncul dalam berbagai mitologi yang diajarkan dalam agama Hindu. Garuda merupakan burung gagah perkasa yang diyakini sebagai tunggangan Dewa Wisnu. Pada masa pemerintahan Raja Airlangga di Kahuripan, untuk mengokohkan kedudukan politiknya, Airlangga dianggap sebagai titisan Dewa Wisnu. Kemudian digambarkanlah Airlangga sebagai titisan Wisnu yang sedang mengendarai Garuda. Garuda Wisnu Kencana, simbolisasi itulah yang dipergunakan sebagai simbol Kerajaan Kahuripan. Lalu bagaimana asal-usul Garuda dalam kisah mitologi agama Hindu?

Alkisah di negeri dongeng, tersebutlah seorang guru nan bijaksana bernama Resi Kasyapa.  Resi ini memiliki dua orang istri yang bernama Kadru dan Winata. Masing-masing dikaruniai anak-anak berupa Naga dan Garuda. Meskipun sang resi sangat bijaksana dan bersikap adil terhadap kedua istrinya, namun Kadru senantiasa merasa cemburu terhadap Winata. Maka dalam setiap kesempatan ia senantiasa ingin menyingkirkan Winata dari perhatian dan lingkaran keluarga. Segala tabiat dan niat jahat seringkali dijalankan untuk menjauhkan Winata dari suami mereka.

Pada suatu ketika, para dewa mengaduk samudra purba dengan air suci amertha sari, air suci yang membawa keabadian bagi siapapun makhluk yang meminumnya. Bersamaan dengan peristiwa itu muncullah kuda yang bernama Ucaihsrawa. Didorong oleh rasa kecemburuan yang telah menahun, Kadru menantang Winata untuk bertaruh mengenai warna kuda Ucaihsrawa. Barang siapa yang kalah dalam pertaruhan tersebut, maka ia harus menjadi budak seumur hidup yang harus taat dan patuh terhadap apapun kehendak dan perintah sang pemenang. Dalam taruhan, Kadru bertaruh Ucaihsrawa berwarna hitam. Sedangkan Winata memilih warna putih.

 Para Naga tahu bahwa kuda Ucaihsrawa sebenarnyalah berwarna putih. Mereka kemudian melaporkan hal tersebut kepada Kadru, ibunda mereka. Atas pelaporan para Naga, putranya, Kadru secara licik memerintahkan para Naga untuk menyemburkan bisa mereka ke tubuh kuda putih agar nampak seperti kuda hitam. Pada saat Ucaihsrawa tiba di hadapan Kadru dan Winata, nampaklah kuda yang dipertaruhkan berwarna hitam, bukan putih sebagaimana aslinya. Singkat cerita, Winata harus menjadi budak dan melayani segala perintah Kadru seumur hidupnya yang tersisa.

Sebagai anak yang sangat berbakti kepada ibundanya, Garuda merasa sangat marah atas kelicikan para Naga yang telah membuat kebohongan besar atas diri Winata. Dengan kemarahan meluap, diseranglah para Naga. Terjadilah pertempuran yang sangat dahsyat di atas langit, antara Garuda dan para Naga. Dikarenakan kekuatan dan kesaktian diantara kedua kubu sama dan seimbang, maka perang itupun berlangsung sepanjang saat sebagai simbol keabadian pertempuran antara nilai kebaikan dan kebatilan.

Karena pertempuran berlangsung sekian lama panjangnya, para Naga bersedia memberikan pengampunan atas perbudakan terhadap Winata asalkan Garuda mampu memberikan tirta suci amertha sari yang dapat memberikan keabadian hidup mereka dan ibunya. Akhirnya sang Garuda menyanggupi apapun yang harus ia lakukan asalkan ia dapat membebaskan ibundanya.



Dalam pengembaraan pencarian tirta suci amertha sari, Garuda berjumpa dengan Dewa  Wisnu. Ketika dimintakan air suci tersebut, Wisnu mempersyaratkan akan memberikan air tersebut, asalkan  sang Garuda menyanggupi diri untuk menjadi tunggangan bagi Dewa Wisnu. Garuda selanjutnya mendapatkan tirta suci amertha sari yang ditempatkannya dalam wadah kamandalu bertali rumput ilalang.

Dengan air suci mertha sari, para Naga berniat mandi untuk segera mendapatkan keabadian hidup. Bersamaan dengan itu, Dewa Indra yang kebetulan melintas mengambil alih air suci. Dari wadah Kamandalu, tersisalah percikan air pada sisa tali ilalang. Tanpa berpikir panjang, percikan air pada ilalang tersebut dijilati oleh para Naga. Tali ilalang sangatlah tajam bagaikan sebuah mata pisau. Tatkala menjilati ilalang tersebut, terbelahlah lidah para Naga menjadi dua bagian. Inilah asal-usul kenapa seluruh keluarga besar Naga dan semua keturunannya memiliki lidah bercabang.

Kegigihan Garuda dalam membebaskan ibunda tercintanya dari belenggu perbudakan yang tidak mengenal rasa peri kemanusiaan inilah yang kemudian oleh para founding fathers kita diadopsi secara filosofis dan disimbolisasikan dalam lambang negara kita. Garuda bermakna sebagai simbol pembebasan ibu pertiwi dari belenggu perbudakan dan penjajahan. Dengan lambang Garuda yang gagah perkasa, para pendahulu berharap Indonesia akan menjadi bangsa besar yang bebas dalam menentukan nasib dan masa depannya sendiri.

Sumber :http://radio.itjen.kemdikbud.go.id

Selasa

2014 dan Gosip Jalanan 2014

NKRI = HARGA MATI . . . . !!!
PANCASILA = JAYA.......................!!!


Partisipasi 2014 memilih dan menjaga Indonesia
....bersama-sama menjaga kedaulatan bangsa dan negara dengan memilih presiden dan wakil presiden yang benar-benar amanah dan benar-benar siap menjaga keutuhan NKRI, pemilu 2014 sedang berlangsung, pemilihan DPR-DPRD 9 April telah terlaksana, semoga benar-benar menumbuhkan pemimpin yang amanah, sebentar lagi pemilihan presiden/ RI 1 dan ini akan menjadi puncak pertaruhan Indonesia, bilamana RI 1 ini dipimpin oleh pemimpin yang tidak amanah maka Indonesia kedepan akan semakin tidak karuan dan sebaliknya bila RI 1 ini dipimpin pemimpin yang amanah maka indonesia kedepan akan jaya dan menjadi negara yang makmur.
. . . sebuah gosip jalanan mengatakan bahwa dalam pemilu 2014 ini khususnya untuk pilpres AS telah menyiapkan sejumlah dana untuk terpilihnya RI 1 yang dikehendakinya" -presiden Indonesia oleh Amerika Serikat- siapakah orangnya ? entah gosip ini benar atau salah, tetapi kita selaku bangsa Indonesia harus senantiasa waspada dan harus bisa memilah serta memilih siapakah pemimpin yang benar-benar akan membawa Indonesia ini jaya.
sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan nasip Indonesia kedepan kita harus tau siapa-siapa saja calon presiden kita..? kita lihat latar belakangnya, gerakan-gerakanya, track record , dan loyalitasnya terhadap NKRI...! ini penting dan harus kita kawal dengan baik, apalagi kita selaku organisasi pelajar, santri dan kepemudaan yang senantiasa menjaga dan menyerukan NKRI (HARGA MATI), dan kita menjadi generasi penerus bangsa, memegang estafet kepemimpinan mendatang, masa depan adalah hasil dari perjuangan kita hari ini....
"apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan nasib kita dimasa mendatang . . . . !

Oleh: _HK

Rabu

Konferensi Tingkat Tinggi Asia–Afrika

Konferensi Tingkat Tinggi Asia–Afrika (disingkat KTT Asia Afrika atau KAA; kadang juga disebut Konferensi Bandung) adalah sebuah konferensi antara negara-negara Asia dan Afrika, yang kebanyakan baru saja memperoleh kemerdekaan. KAA diselenggarakan oleh Indonesia, Myanmar (dahulu Burma), Sri Lanka (dahulu Ceylon), India dan Pakistan dan dikoordinasi oleh Menteri Luar Negeri Indonesia Sunario. Pertemuan ini berlangsung antara 18 April-24 April 1955, di Gedung Merdeka, Bandung, Indonesia dengan tujuan mempromosikan kerjasama ekonomi dan kebudayaan Asia-Afrika dan melawan kolonialisme atau neokolonialisme Amerika Serikat, Uni Soviet, atau negara imperialis lainnya.

Sebanyak 29 negara yang mewakili lebih dari setengah total penduduk dunia pada saat itu mengirimkan wakilnya. Konferensi ini merefleksikan apa yang mereka pandang sebagai ketidakinginan kekuatan-kekuatan Barat untuk mengkonsultasikan dengan mereka tentang keputusan-keputusan yang memengaruhi Asia pada masa Perang Dingin; kekhawatiran mereka mengenai ketegangan antara Republik Rakyat Tiongkok dan Amerika Serikat; keinginan mereka untuk membentangkan fondasi bagi hubungan yang damai antara Tiongkok dengan mereka dan pihak Barat; penentangan mereka terhadap kolonialisme, khususnya pengaruh Perancis di Afrika Utara dan kekuasaan kolonial perancis di Aljazair; dan keinginan Indonesia untuk mempromosikan hak mereka dalam pertentangan dengan Belanda mengenai Irian Barat.

Sepuluh poin hasil pertemuan ini kemudian tertuang dalam apa yang disebut Dasasila Bandung, yang berisi tentang "pernyataan mengenai dukungan bagi kerusuhan dan kerjasama dunia". Dasasila Bandung ini memasukkan prinsip-prinsip dalam Piagam PBB dan prinsip-prinsip Nehru.

Konferensi ini akhirnya membawa kepada terbentuknya Gerakan Non-Blok pada 1961.

Sejarah Konferensi Asia Afrika

KONDISI DUNIA INTERNASIONAL SEBELUM KONFERENSI ASIA AFRIKA
Berakhirnya Perang Dunia II pada Agustus 1945, tidak berarti berakhir pula situasi permusuhan di antara bangsa-bangsa di dunia. Di beberapa belahan dunia masih ada masalah dan muncul masalah baru.

Penjajahan yang dialami oleh negara-negara di kawasan Asia dan Afrika merupakan masalah krusial sejak abad ke-15. Walaupun sejak tahun 1945 banyak negara, terutama di Asia, kemudian memperoleh kemerdekaannya, seperti : Indonesia (17 Agustus 1945), Republik Demokrasi Vietnam (2 September 1945), Filipina (4 Juli 1946), Pakistan (14 Agustus 1947), India (15 Agustus 1947), Birma (4 Januari 1948), Ceylon (4 Februari 1948), dan Republik Rakyat Tiongkok (1 Oktober 1949), namun masih banyak negara lainnya yang berjuang bagi kemerdekaannya seperti Aljazair, Tunisia, Maroko, Kongo, dan di wilayah Afrika lainnya. Beberapa Negara Asia Afrika yang telah merdeka pun masih banyak yang menghadapi masalah sisa penjajahan seperti daerah Irian Barat, Kashmir, Aden, dan Palestina. Selain itu konflik antarkelompok masyarakat di dalam negeri pun masih berkecamuk akibat politik devide et impera.

Lahirnya dua blok kekuatan yang bertentangan secara ideologi, yaitu Blok Barat yang dipimpin oleh Amerika Serikat (kapitalis) dan Blok Timur yang dipimpin oleh Uni Sovyet (komunis), semakin memanaskan situasi dunia. Perang Dingin berkembang menjadi konflik perang terbuka, seperti di Jazirah Korea dan Indo-Cina. Perlombaan pengembangan senjata nuklir meningkat. Hal tersebut menumbuhkan ketakutan dunia akan kembali dimulainya Perang Dunia.

Walaupun pada masa itu telah ada badan internasional yaitu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berfungsi menangani masalah dunia, namun pada kenyataannya badan ini belum berhasil menyelesaikan persoalan tersebut, sementara akibat yang ditimbulkan oleh masalah-masalah ini sebagian besar diderita oleh bangsa-bangsa di Asia dan Afrika.

LAHIRNYA IDE PELAKSANAAN KONFERENSI ASIA AFRIKA
Pada awal tahun 1954, Perdana Menteri Ceylon, Sir John Kotelawala, mengundang para perdana menteri dari Birma (U Nu), India (Jawaharlal Nehru), Indonesia (Ali Sastroamidjojo), dan Pakistan (Mohammed Ali) dengan maksud mengadakan suatu pertemuan informal di negaranya. Undangan tersebut diterima baik oleh semua pimpinan pemerintah negara tersebut. Pada kesempatan itu, Presiden Indonesia, Soekarno, menekankan kepada Perdana Menteri Indonesia, Ali Sastroamidjojo, untuk menyampaikan ide diadakannya Konferensi Asia Afrika pada pertemuan Konferensi Kolombo tersebut. Beliau menyatakan bahwa hal ini merupakan cita-cita bersama selama hampir 30 tahun telah didengungkan untuk membangun solidaritas Asia Afrika dan telah dilakukan melalui pergerakan nasional melawan penjajahan.

Sebagai persiapan, maka Pemerintah Indonesia mengadakan pertemuan yang dihadiri oleh para Kepala Perwakilan Indonesia di Asia, Afrika, dan Pasifik, bertempat di Wisma Tugu, Puncak, Jawa Barat pada 9 – 22 Maret 1954, untuk membahas rumusan yang akan dibawa oleh Perdana Menteri Ali Sastroamidjojo pada Konferensi Kolombo, sebagai dasar usulan Indonesia untuk meluaskan gagasan kerja sama regional di tingkat Asia Afrika.

Pada 28 April – 2 Mei 1954, Konferensi Kolombo berlangsung untuk membicarakan masalah-masalah yang menjadi kepentingan bersama.

Dalam konferensi tersebut, Perdana Menteri Indonesia, Ali Sastroamidjojo, mengusulkan perlunya diadakan pertemuan lain yang lebih luas antara Negara-negara Afrika dan Asia karena masalah-masalah krusial yang dibicarakan itu tidak hanya terjadi di Negara-negara Asia yang terwakili dalam konferensi tersebut tetapi juga dialami oleh negara-negara di Afrika dan Asia lainnya.

Usul ini diterima oleh semua peserta konferensi walaupun masih dalam suasana skeptis. Konferensi memberikan kesempatan kepada Indonesia untuk menjajaki kemungkinannya dan keputusan ini dimuat di bagian akhir Komunike Konferensi Kolombo.

USAHA-USAHA PERSIAPAN KONFERENSI 
Pemerintah Indonesia, melalui saluran diplomatik, melakukan pendekatan kepada 18 Negara Asia Afrika, untuk mengetahui sejauh mana pendapat negara-negara tersebut terhadap ide pelaksanaan Konferensi Asia Afrika. Ternyata pada umumnya mereka  menyambut baik ide ini dan menyetujui Indonesia sebagai tuan rumah konferensi tersebut, walaupun mengenai waktu penyelenggaraan dan peserta konferensi terdapat berbagai pendapat yang berbeda.

Pada 18 Agustus 1954, melalui suratnya, Perdana Menteri Jawaharlal Nehru dari India mengingatkan Perdana Menteri Indonesia tentang perkembangan situasi dunia dewasa itu yang semakin gawat, sehubungan dengan adanya usul untuk mengadakan Konferensi Asia Afrika. Memang Perdana Menteri India dalam menerima usul itu masih disertai keraguan akan berhasil-tidaknya usul tersebut dilaksanakan. Barulah setelah kunjungan Perdana Menteri Indonesia pada 25 September 1954, beliau yakin benar akan pentingnya diadakan konferensi tersebut, seperti tercermin dalam pernyataan bersama pada akhir kunjungan Perdana Menteri Indonesia :

“Para perdana menteri telah membicarakan usulan untuk mengadakan sebuah konferensi yang mewakili Negara-negara Asia dan Afrika serta menyetujui konferensi seperti ini sangat diperlukan dan akan membantu terciptanya perdamaian sekaligus pendekatan bersama ke arah masalah (yang dihadapi). Hendaknya konferensi ini diadakan selekas mungkin“.

Keyakinan serupa dinyatakan pula oleh Perdana Menteri Birma, U Nu, pada 28 September 1954.

Pada 28 – 29 Desember 1954, atas undangan Perdana Menteri Indonesia, para perdana menteri peserta Konferensi Kolombo (Birma, Ceylon, India, Indonesia, dan Pakistan) mengadakan pertemuan di Bogor, untuk membicarakan persiapan Konferensi Asia Afrika.

Konferensi tersebut berhasil merumuskan kesepakatan tentang  agenda, tujuan, dan negara-negara yang diundang pada Konferensi Asia  Afrika.

Kelima negara peserta Konferensi Bogor menjadi sponsor Konferensi Asia Afrika dan Indonesia dipilih menjadi tuan rumah pada konferensi tersebut, yang ditetapkan akan berlangsung pada akhir minggu April tahun 1955. Presiden Indonesia, Soekarno, menunjuk Kota Bandung sebagai tempat berlangsungnya konferensi.

MENJELANG KONFERENSI ASIA AFRIKA 
Dalam persiapan pelaksanaan Konferensi Asia Afrika, dibentuk Sekretariat Bersama yang diwakili oleh lima negara penyelenggara. Indonesia diwakili oleh Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri, Roeslan Abdulgani, yang juga menjadi ketua badan itu, dan 4 negara lainnya diwakili oleh kepala-kepala perwakilan mereka masing-masing di Jakarta, yaitu Kuasa Usaha U Mya Sein (Birma), Duta Besar M. Saravanamuttu (Ceylon), Duta Besar B.F.H.B. Tyabji (India), dan Duta Besar Choudhri Khaliquzzaman (Pakistan).

Pemerintah Indonesia sendiri membentuk Panitia Interdepartemental pada 11 Januari 1955 yang diketuai oleh Sekretaris Jenderal Sekretariat Bersama dengan anggota-anggota dan penasehatnya berasal dari berbagai departemen guna membantu persiapan-persiapan konferensi tersebut.

Di Bandung, tempat diadakannya konferensi, dibentuklah Panitia Setempat pada 3 Januari 1955, dengan ketuanya Sanusi Hardjadinata, Gubernur Jawa Barat. Panitia Setempat bertugas mempersiapkan dan melayani hal-hal yang bertalian dengan akomodasi, logistik, transportasi, kesehatan, komunikasi, keamanan, hiburan, protokol, penerangan, dan lain-lain.

Gedung Concordia dan Gedung Dana Pensiun dipersiapkan sebagai tempat sidang-sidang konferensi. Hotel Homann, Hotel Preanger, dan 12 hotel lainnya serta 31 bungalow di sepanjang Jalan Cipaganti, Lembang, dan Ciumbuleuit dipersiapkan sebagai tempat menginap para peserta yang berjumlah lebih kurang 1.500 orang. Selain itu, disediakan juga fasilitas akomodasi untuk lebih kurang 500 wartawan dalam dan luar negeri.

Keperluan transportasi dilayani oleh 143 mobil, 30 taksi, 20 bus, dengan jumlah 230 orang sopir dan 350 ton bensin tiap hari serta cadangan 175 ton bensin.

Dalam kesempatan memeriksa persiapan-persiapan  terakhir di Bandung pada 7 April 1955, Presiden Indonesia Soekarno meresmikan penggantian nama Gedung Concordia menjadi Gedung Merdeka, Gedung Dana Pensiun menjadi Gedung Dwiwarna, dan sebagian Jalan Raya Timur menjadi Jalan Asia Afrika. Penggantian nama tersebut dimaksudkan untuk lebih menyemarakkan konferensi dan menciptakan suasana konferensi yang sesuai dengan tujuannya.

Pada 15 Januari 1955, surat undangan Konferensi Asia Afrika dikirimkan kepada kepala pemerintah dari 25 Negara Asia dan Afrika. Dari seluruh negara yang diundang hanya satu negara yang menolak undangan itu, yaitu Federasi Afrika Tengah, karena memang negara itu masih dikuasai oleh orang-orang bekas penjajahnya, sedangkan 24 negara lainnya menerima baik undangan itu, meskipun pada mulanya ada negara yang masih ragu-ragu.

Negara-negara Peserta Konperensi Asia-Afrika :

  1. Afghanistan
  2. Indonesia
  3. Pakistan            
  4. Birma
  5. IranFilipina
  6. Kamboja
  7. Irak
  8. Iran
  9. Arab Saudi
  10. Ceylon
  11. Jepang
  12. Sudan
  13. Republik Rakyat Tiongkok
  14. Yordania
  15. Suriah
  16. Laos
  17. Thailand
  18. Mesir
  19. Libanon
  20. Turki
  21. Ethiopia
  22. Liberia
  23. Vietnam (Utara)
  24. Vietnam (Selatan)
  25. Pantai Emas
  26. Libya
  27. India
  28. Nepal
  29. Yaman

ASIA AFRIKA BERGEMA DARI BANDUNG
Pada Senin, 18 April 1955, sejak fajar menyingsing telah tampak kesibukan di Kota Bandung untuk menyambut pembukaan Konferensi Asia  Afrika. Sejak pukul 07.00 WIB kedua tepi sepanjang Jalan Asia Afrika dari mulai depan Hotel Preanger sampai dengan kantor pos penuh sesak oleh rakyat yang ingin menyambut dan menyaksikan para tamu dari berbagai negara. Sementara itu, para petugas keamanan yang terdiri dari tentara dan polisi telah siap di tempat tugas mereka untuk menjaga keamanan dan ketertiban.

Sekitar pukul 08.30 WIB, para delegasi dari berbagai negara berjalan meninggalkan Hotel Homann dan Hotel Preanger menuju Gedung Merdeka secara berkelompok untuk menghadiri pembukaan Konferensi Asia Afrika. Banyak di antara mereka memakai pakaian nasional masing-masing yang beraneka corak dan warna. Mereka disambut hangat oleh rakyat yang berderet di sepanjang Jalan Asia Afrika dengan tepuk tangan dan sorak sorai riang gembira. Perjalanan para delegasi dari Hotel Homann dan Hotel Preanger ini kemudian dikenal dengan nama “Langkah Bersejarah” (The Bandung Walks). Kira-kira pukul 09.00 WIB, semua delegasi masuk ke dalam Gedung Merdeka.

Tidak lama kemudian rombongan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia, Soekarno dan Mohammad Hatta, tiba di depan Gedung Merdeka dan disambut oleh rakyat dengan sorak-sorai dan pekik “merdeka”. Di depan pintu gerbang Gedung Merdeka kedua pimpinan Pemerintah Indonesia itu disambut oleh lima perdana menteri negara sponsor.

Pada pukul 10.20 WIB setelah diperdengarkan lagu kebangsaan Indonesia : “Indonesia Raya”, Presiden Indonesia, Soekarno, mengucapkan pidato pembukaan yang berjudul “Let a New Asia And a New Africa be Born” (Mari Kita Lahirkan Asia Baru dan Afrika Baru). Dalam kesempatan tersebut Presiden Soekarno menyatakan bahwa kita, peserta konferensi, berasal dari kebangsaan yang berlainan, begitu pula latar belakang sosial dan budaya, agama, sistem politik, bahkan warna kulit pun berbeda-beda, namun kita dapat bersatu, dipersatukan oleh pengalaman pahit yang sama akibat kolonialisme, oleh keinginan yang sama dalam usaha mempertahankan dan memperkokoh perdamaian dunia. Pada bagian akhir pidatonya beliau mengatakan :

“Saya berharap konferensi ini akan menegaskan kenyataan, bahwa kita, pemimpin-pemimpin Asia dan Afrika, mengerti bahwa Asia dan Afrika hanya dapat menjadi sejahtera, apabila mereka bersatu, dan bahkan keamanan seluruh dunia tanpa persatuan Asia Afrika tidak akan terjamin. Saya harap konferensi ini akan memberikan pedoman kepada umat manusia, akan menunjukkan kepada umat manusia jalan yang harus ditempuhnya untuk mencapai keselamatan dan perdamaian. Saya berharap, bahwa akan menjadi kenyataan, bahwa Asia dan Afrika telah lahir kembali. Ya, lebih dari itu, bahwa Asia Baru dan Afrika Baru telah lahir!”

Pidato tersebut berhasil menarik perhatian dan mempengaruhi hadirin yang dibuktikan dengan adanya usul Perdana Menteri India dan didukung oleh semua peserta konferensi untuk mengirimkan pesan ucapan terimakasih kepada presiden atas pidato pembukaannya.

Pada pukul 10.45 WIB., Presiden Indonesia, Soekarno, mengakhiri pidatonya, dan selanjutnya sidang dibuka kembali. Secara aklamasi, Perdana Menteri Indonesia terpilih sebagai ketua konferensi. Selain itu, Ketua Sekretariat Bersama, Roeslan Abdulgani, dipilih sebagai sekretaris jenderal konferensi.

Kelancaran jalannya konferensi dimungkinkan oleh adanya pertemuan informal terlebih dahulu di antara para pimpinan delegasi negara sponsor dan negara peserta sebelum konferensi dimulai yaitu pada 17 April 1955. Pertemuan tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan yang bertalian dengan prosedur acara, pimpinan konferensi, dan lain-lain yang dipandang perlu. Beberapa kesepakatan itu berisi antara lain bahwa prosedur dan acara konferensi ditempuh dengan sesederhana mungkin dan dalam memutuskan sesuatu akan ditempuh sistem musyawarah  dan  mufakat  (sistem konsensus).

Sidang konferensi terdiri atas sidang terbuka untuk umum dan sidang tertutup hanya bagi peserta konferensi. Dibentuk tiga komite, yaitu Komite Politik, Komite Ekonomi, dan Komite Kebudayaan. Semua kesepakatan tersebut selanjutnya disetujui oleh sidang dan susunan pimpinan konferensi adalah sebagai berikut :

Ketua Konferensi                      : Ali Sastroamidjojo, Perdana Menteri Indonesia
Ketua Komite Politik                 : Ali Sastroamidjojo, Perdana Menteri Indonesia
Ketua Komite Ekonomi             : Roosseno, Menteri Perekonomian  Indonesia
Ketua Komite Kebudayaan       : Muhammad Yamin, Menteri  Pendidikan,  Pengajaran,  dan Kebudayaan Indonesia
Sekretaris Jenderal
Konferensi    : Roeslan Abdulgani, Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Indonesia
Dalam sidang-sidang selanjutnya muncul beberapa kesulitan yang bisa diduga sebelumnya. Kesulitan-kesulitan itu terutama terjadi dalam sidang-sidang Komite Politik. Perbedaan pandangan politik dan masalah-masalah yang dihadapi antara Negara-negara Asia Afrika muncul ke permukaan, bahkan sampai pada tahap yang relatif panas.

Namun berkat sikap yang bijaksana dari pimpinan sidang serta hidupnya rasa toleransi dan kekeluargaan di antara peserta konferensi, maka jalan buntu selalu dapat dihindari dan pertemuan yang berlarut-larut dapat diakhiri.

Setelah melalui sidang-sidang yang menegangkan dan melelahkan selama satu minggu, pada pukul 19.00 WIB. (terlambat dari yang direncanakan) tanggal 24 April 1955, Sidang Umum terakhir Konferensi Asia  Afrika dibuka. Dalam Sidang Umum itu dibacakan oleh sekretaris jenderal konferensi rumusan pernyataan dari tiap-tiap panitia (komite) sebagai hasil konferensi. Sidang Umum menyetujui seluruh pernyataan tersebut, kemudian sidang dilanjutkan dengan pidato sambutan para ketua delegasi. Setelah itu, ketua konferensi menyampaikan pidato penutupan dan menyatakan bahwa Konferensi Asia Afrika ditutup.

Konsensus itu dituangkan dalam komunike akhir, yang isinya adalah mengenai :
Kerja sama ekonomi;
Kerja sama kebudayaan;
Hak-hak asasi manusia dan hak menentukan nasib sendiri;
Masalah rakyat jajahan;
Masalah-masalah lain;
Deklarasi tentang memajukan perdamaian dunia dan kerja sama internasional.
Deklarasi yang tercantum pada komunike tersebut, selanjutnya dikenal dengan sebutan Dasasila Bandung, yaitu suatu pernyataan politik berisi prinsip-prinsip dasar dalam usaha memajukan perdamaian dan kerja sama dunia.

Dasasila Bandung :

  1. Menghormati hak-hak dasar manusia dan tujuan-tujuan serta asas-asas yang termuat di dalam piagam PBB (Perserikatan Bangsa-Bangsa).
  2. Menghormati kedaulatan dan integritas teritorial semua bangsa.
  3. Mengakui persamaan semua suku bangsa dan persamaan semua bangsa, besar maupun kecil.
  4. Tidak melakukan campur tangan atau intervensi dalam soalan-soalan dalam negeri negara lain.
  5. Menghormati hak setiap bangsa untuk mempertahankan diri sendiri secara sendirian mahupun secara kolektif, yang sesuai dengan Piagam PBB.
  6. (a) Tidak menggunakan peraturan-peraturan dan pertahanan kolektif untuk bertindak bagi kepentingan khusus dari salah satu negara-negara besar,
    (b) Tidak melakukan campur tangan terhadap negara lain.
  7. Tidak melakukan tindakan ataupun ancaman agresi mahupun penggunaan kekerasan terhadap integritas teritorial atau kemerdekaan politik suatu negara.
  8. Menyelesaikan segala perselisihan internasional dengan cara damai, seperti perundingan, persetujuan, arbitrasi, atau penyelesaian masalah hukum , ataupun lain-lain cara damai, menurut pilihan pihak-pihak yang bersangkutan, yang sesuai dengan Piagam PBB.
  9. Memajukan kepentingan bersama dan kerjasama.
  10. Menghormati hukum dan kewajiban–kewajiban internasional

DAMPAK KONFERENSI ASIA AFRIKA
Konferensi Asia Afrika di Bandung telah membakar semangat dan menambah kekuatan moral para pejuang bangsa-bangsa Asia dan Afrika yang pada masa itu tengah memperjuangkan kemerdekaan tanah air mereka, sehingga kemudian lahirlah sejumlah negara merdeka di kawasan Asia dan Afrika. Semua itu menandakan bahwa cita-cita dan semangat Dasasila Bandung semakin merasuk ke dalam tubuh bangsa-bangsa Asia dan Afrika.

Konferensi Asia Afrika juga telah berhasil menumbuhkan semangat solidaritas di antara Negara-negara Asia Afrika, baik dalam menghadapi masalah internasional maupun regional. Beberapa konferensi antarorganisasi dari negara-negara tersebut diselenggarakan, seperti Konferensi Mahasiswa Asia Afrika, Konferensi Setiakawan Rakyat Asia Afrika, Konferensi Wartawan Asia Afrika, dan Konferensi Islam Afrika Asia.

Jiwa Bandung dengan Dasasilanya telah mengubah pandangan dunia tentang hubungan internasional. Bandung telah melahirkan faham Dunia Ketiga atau “Non-Aligned” terhadap Dunia Pertama Washington, dan Dunia Kedua Moscow. Jiwa Bandung telah mengubah juga struktur Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Forum PBB tidak lagi menjadi forum eksklusif Barat atau Timur saja.

Sumber : 
http://id.wikipedia.org/
http://asianafricanmuseum.org/

oleh _HK

Selasa

MENJELANG SUKSESI KEPEMIMPINAN : HARAPAN DAN IKHTIAR PERUBAHAN

Tahun 2000 yang lalu saat Kongres XIII di Makasar, IPNU bertekad untuk kembali pada semangat (orientasi) kepelajaran.
Kemudian tahun 2003 saat Konres XIV yang dilangsungkan di Surabaya, setelah mengalami perdebatan yang panjang dan melelahkan
Ikatan Pemuda Nahdlatul Ulama kembali ke akronim semula Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama.. Akronim "P" kembali menjadi "Pelajar" sesuai dengan Khittah tahun 1954 (saat kelahiran IPNU). Sebuah penegasan yang harus dimaknai dan diaplikasikan..
Ini artinya bahwa makna kembali ke Khittah 1954 adalah :
Pertama menghidupkan nafas pembelajaran dalam setiap langkah gerak kehidupan hingga akhir hayat. Uthlubul 'ilma minal mahdi ilal ahdi : Long life education. Kader seyogyanya terus berupaya mengembangkan potensi dirinya, kapanpun dan dimanapun berada yang tidak terbatas pada ruang dan waktu. Hingga akhirnya menjadi insan kamil, konsep manusia paripurna. Manusia yang siap memberdayakan apa yang ia miliki untuk kemaslahatan agama, bangsa dan negara.
Kedua sebagai upaya penegasan dan penataan segmentasi bidang garap. Hal ini menghendaki IPNU juga harus konsen pada lembaga-lembaga pendidikan seperti sekolah, ponpes, bahkan kampus. Yang tentu tidak harus meninggalkan grass root yang ada di desa-desa (ranting/ anak ranting).
Apabila hal ini tidak menjadi agenda utama pergerakan organisasi, IPNU tidak ubahnya organisasi kampungan yang hanya "GRUDAK-GRUDUK NGALOR-NGIDUL" saja, tanpa adanya esensi dan eksistensi.
Semoga....

Haryanto El Muhibbin

Senin

R.A. KARTINI & REKAYASA BELANDA

Kehidupan R. A Kartini merupakan
kisah penuh tragedi. Bukan semata
hidup Kartini yang demikian,
namun sejarah yang ditulis oleh
penguasa telah menunggangi
pemikiran-pemik ian Kartini untuk
maksud yang sama sekali
bertentangan dengan cita-cita
murni Kartini. Kini kita lihat, betapa
emansipasi dan feminisme
dijadikan berhala oleh banyak
perempuan Indonesia dengan
mengatasnamkan Kartini. Padahal
bukan itu yang hendak dicapai
Kartini.
Sejarah mencatat, ada banyak
perempuan yang hidup sezaman
dengan Kartini yang namanya
begitu saja dilupakan dalam
perannya memajukan pendidikan
kaum hawa di negeri ini. Di antara
nama itu adalah Dewi Sartika
(1884-1947) di Bandung yang
juga berkiprah memajukan
pendidikan kaum perempuan.
Dewi Sartika tak hanya berwacana,
tapi juga mendirikan lembaga
pendidikan yang belakangan
bernama Sakolah Kautamaan Istri
(1910). Selain Dewi Sartika, ada
Rohana Kudus, kakak perempuan
Sutan Sjahrir, di Padang, Sumatera
Barat, yang berhasil mendirikan
Sekolah Kerajinan Amal Setia
(1911) dan Rohana School (1916).
Kartini, seperti yang tersirat dalam
tulisan Prof Harsja W Bachtiar,
adalah sosok yang diciptakan oleh
Belanda untuk menunjukkan
bahwa pemikiran Barat-lah yang
menginspirasi kemajuan
perempuan di Indonesia. Atau
setidaknya, bahwa proses
asimiliasi yang dilakukan kelompok
humanis Belanda yang mengusung
Gerakan Politik Etis pada masa
kolonial, telah sukses melahirkan
sosok Kartini yang ”tercerahkan”
dengan pemikiran Barat.
Dalam catatan Ridwan Saidi, orang-
orang Belanda gagal mengajak
Kartini berangkat studi ke negeri
Belanda. Karena gagal, diam-diam
Belanda mengirim orang-orang
Yahudi dan Nasrani kepada Kartini
agar mampu mengarahkannya
agar tidak menjadi kritis , apalagi
menjadi pemimpin yang akan
melawan Belanda, maka Belanda
menyusupkan ke dalam kehidupan
Kartini orang –orang seperti:
J.H.Abendanon, E.F. Abendanon, DR
Adriani, Annie Glasser, Stella Ny Van
Kol, dan Snouck Hurgronie.
Lalu siapa yang berperan penting
merekatkan hubungan Kartini
dengan para elit Belanda? Ia
adalah Christian Snouck Hurgronje
orang yang mendorong J.H
Abendanon agar memberikan
perhatian lebih kepada Kartini
bersaudara. Hurgronje adalah
sahabat Abendanon yang
dianggap oleh Kartini mengerti
soal-soal hukum agama Islam. Atas
saran Hurgronje, Abendanon
memperhatikan Kartini
bersaudara, hingga sampailah
pemikiran Barat kepada Kartini
melalui surat-menyurat antara
Kartini dan Abendanon serta surat-
menyurat antara Kartini dan tokoh
elit Belanda lainnya.
Kartini yang cerdas dan senang
diskusi tidak hanya dahaga
dengan pemikiran Barat, ia pun
mulai dahaga dengan Islam.
Dahaga Kartini mengenai Islam
terobati saat bertemu dengan K.H
Mohammad Sholeh bin Umar ( Kyai
Sholeh Darat) saat pengajian
bulanan kusus keluarga. Saat itu
Kyai Sholeh sedang menguraikan
tafsir surat Al-Fatihah, Kartini
sangat tertarik dengan materi
tersebut, usai pengajia Kartini pun
berdiskusi dengan Kyai Sholeh. Ia
menceritakan bahwa selama ini ia
hanya membaca A-Quran tanpa
tahu arti dan maknanya, baru kali
ini ia mengetahui arti Al-quran dan
ia pun sangat tertarik mempelajari
tafsir A-Quran.
Sejak pertemuan itu, Kyai Sholeh
tergugah untuk menterjemahkan
Al-Quran dalam bahasa Jawa, dan
menghadiahi Kartini tafsir Al-Quran
“ Faizhur Rohman Fil Tafsiril
Quran” jilid 1 yang terdiri dari 13
Juz. Sejak itu dimulailah era
pembelajaran Kartini terhadap
Islam. Setelah Kartini mengenal
Islam sikapnya terhadap Barat
mulai berubah dan itu tertulis
dalam surat Kartini kepada Ny
Abendanon :
“ Tadinya kami mengira
masyarakat Eropa itu benar-benar
paling baik tiada tara, maafkan
kami, tetapi apakah ibu sendiri
menganngap masyarakat Eropa itu
sempurna?Dapatk ah ibu
menyangkal dibalik tindakan
masyarakat ibu, banyak hal-hal
yang tidak patut disebut sebagai
peradaban?”
Bukan itu saja, Kartini juga
menentang adanya praktek
Kristenisasi di Hindia Belanda,
bahkan Kartini ber tekad untuk
memenuhi panggilan surat Al
Baqoroh 193., berupaya untuk
memperbaiki citra Islam yang
selalu dijadikan bulan-bulanan dan
sasaran fitnah
Ada sebuah ayat yang sangat
membekas di hati Kartini yakni QS
Al baqoroh ayat 257 yang
menyatakan jika Allah-lah yang
membimbing orang-oranng
beriman dari gelap ke pada
cahaya, sebab itu dia memberi
judul kumpulan tulisannya
mengutip ayat tersebut, yaitu “
Habis Gelap Terbitlah Terang”
Sekelumit cerita yang tersembunyi
dari hidup Kartini ini semoga
member i pengetahuan baru
kepada kita, . Kartini yang cerdas
yang awalnya akan dijadikan
target kaderisasi Belanda, berbalik
menolak Belanda. tapi sayang ,
cerita Kartini yang ada di buku-
buku teks sekolah merupakan
rekayasa Belanda, Belanda
membuat opini bahwa pemikiran
Kartini adalah pemikiran Barat ,
pemikiran yang membebaskan
perempuan dari belenggu laki-laki
dan tradisi

SELAMAT HARI KARTINI

sumber: Api sejarah
Oleh: Sultan Agung Faruq Nitinegoro

Jumat

LATAR BELAKANG SEJARAH Corps brigade pembangunan (CBP)

            


            Corps Brigade Pembangunan (CBP) merupakan lembaga yang dibentuk pada tahun 1963 dalam hal itu di latar belakangi peristiwa persengketaan antara Indonesia dengan Malaysia atau istilah populernya dikenal dengan istilah “ Gayang Malaysia “, peristiwa politik tersebut yang berkaitan dengan persengketaan antara Repuplik Indonesia dengan Malaysia memperebutkan daerah Kalimantan Utara  (Serawak).
            Kondisi riil yang terjadi pada saat itu untuk conteks_nya yaitu politik luar negeri terjadi pertentangan antara gagasan Presiden Soekarno yang anti Emperalisme dengan pihak barat yang berupaya menancapkan kukunya diwilayah Malaysia. Kemudian Presiden Soekarno mengintruksikan kepada elemen bangsa untuk segera membentuk Sukarelawan Perang dan siap menggayang Malaysia.
            Intruksi Presiden tersebut secara lansung membuat seluruh elemen bangsa bersiap sedia untuk melawan Imperalisme yang akan kembali menancapkan kukunya diwilayah Asia Tenggara, Asnawi Latif pada waktu itu selaku Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama yang merupakan bagian dari elemen bangsa merasa terpanggil untuk berjuang bersama melawan iperalisme dari bangsa barat, yang terbentuk dari kalangan pelajar Nahdhiyyin yang kemudian dinamakan Sukarelawan Pelajar.
            Deklarasi dibentuknya sukarelawan Pelajar diadakan di Djogjakarta yang pada saat itu merupakan lokasi dari kantor pusat PP IPNU, dan di barengi dengan parade militer  Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang merupakan wujud dari kesiapan RI untuk Menggayang Malaysia.
            Sejak saat itulah kemudian Sukarelawan Pelajar yang dibentuk oleh Asnawi Latif tersebut berjuang demi memperjuangkan Negara dan Bangsa untuk keutuhan NKRI. Sukarelawan ini yang merupakan Embrio atau cikal bakal bagi berdirinya Corps Brigade Pembangunan (CBP) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama. Yang kemudian ditetapkan pada Konferensi Besar IPNU di Pekalongan pada tanggal 25 – 31 Oktober 1964 dengan nama Corps Brigade Pembangunan (CBP). Yang kemudian dikenal dengan “doktrin Pekalongan”
Secara etimologi  Corps berasal dari bahasa Inggris yang memilki arti kesatuan dalam komando,  Brigade berarti pasukan yang disiapkan untuk bertempur dan Pembangunan, memiliki arti membangun dalam rangka mengisi kemerdekaan. Sedangkan secara terminologi Corps brigade pembangunan berarti suatu lembaga yang dibentuk dalam satu komando untuk mengawal pembangunan.    
Pada moment tersebut Asnawi Latief selaku ketua umum PP IPNU menunjuk Rekan Harun Rosyidi untuk menjadi Komandan Teknis CBP. Pasca ditunjuk sebagai komandan tehnis CBP, rekan harun rosyidi mengumpulkan kader-kader inti IPNU yang berpotensi untuk selanjutnya dididik dan di latih kemiliteran serta keamanan guna mengantisipasi gerakan yang membahayakan keutuhan negara kesatuan republik Indonesia (NKRI) baik dari dalam maupun luar. Kondisi ini ditempuh karena stabilitas politik dan keamanan yang tidak menentu pada saat itu.
Kemudian, pada tahun 1965 saat terjadinya peristiwa G 30 S PKI. CBP sangat berperan aktif dalam upaya memberantas PKI dan antek-anteknya.  Ghirrah Patriotisme Pelajar tersebut setelah terjadinya perubahan rezim dan perubahan kondisi sosial politik Indonesia semakin surut. CBP menjadi sebuah nama yang semakin tenggelam.
Kongres XII IPNU di Garut, jawa Barat 10 - 14 Juli 1996 dalam salah satu rekomendasinya memberikan tugas kepada mandataris kongres untuk mengadakan persiapan yang berkenan dengan akan di aktifkannya kembali Corp Brigade Pembangunan  L – CBP. Dan kemudian keberadaan lembaga ini di kukuhkan pada kongres XIII IPNU di makasar Sulawesi selatan, sekaligus memberikan rekomendasi agar mengadakan pengembangan manajemen dan potensi organisasi agar lembaga ini dapat menjadi mitra masyarakat dan pemerintah dalam membangun bangsa.
Hingga kemudian masa kepemimpinan Hilmi Muhammadiyah Ketua Umum PP IPNU pada tahun 1999 CBP dideklarasikan kembali di Pondok Pesantren Pancasila Sakti Klaten Jawa Tengah. Pendeklarasian kembali ini merupakan upaya IPNU untuk bisa memberikan kontribusinya secara lebih luas pada Ere reformasi yang sedang gencar-gencarnya diteriakkan oleh masyarakat seluruh Indonesia. Kemudian rekan Hilmi Muhammadiyah menunjuk rekan Agus Salim untuk menjadi Komandan Nasional  CBP. Pasca ditunjuk sebagai Kornas CBP, rekan Agus Salim sangat gencar melakukan sosialisasi ke daerah-daerah untuk mengaktifkan kembali CBP sampai ketingkatan ranting,  Hingga memasuki kongres XIII tahun 2000 di Makasar yang menetapkan rekan Abdullah Azwar Anas sebagai Ketua Umum IPNU, selanjutnya ditunjuklah Rekan Edisyam Risdiyanto komandan Nasional.
Pada masa ini CBP bergerak pada empat bidang yakni : Kepanduan, Kepalangmerahan, SAR dan Cinta Alam. Rekan Edisyam berhasil merumuskan kembali pola CBP dengan format baru yang terangkum dalam peraturan organisasi/lembaga, penjabaran peraturan organisasi/lembaga serta sistem pendidikan dan pelatihan sebagai acuan dan panduan kegiatan CBP diseluruh Indonesia. Rumusan-rumusan tersebut dibukukan pada masa itu yang disahkan pada masa kepemimpina Al Amin Nur Wahab Nasution sebagai Pj Ketua Umum IPNU yang menggantikan Rekan Abdullah Azwar Anas.
Perjuangan CBP tidak berhenti sampai disitu saja, pada Kongres XIV Surabaya tahun 2003 yang menetapkan Rekan Mujtahidur Ridlo sebagai Ketua Umum IPNU, melanjutkan program CBP sebelumnya dibawah komando Rekan Ali Masdar Hasibuan.
Pada masa ini lebih banyak difokuskan pada praktek terjun kelapangan terutama bidang SAR dan kepalang merahan, disebabkan seringnya terjadi bencana skala nasional misalnya terjadinya Tsunami di Aceh, Tanah Longsor di Banjar Negara, Banjir bandang di Jember, Gempa Jateng-Jogja, Gempa dan Tsunami di Pengandaran Jawa Barat. Pada periode ini pula CBP yang bergerak di empat bidang yakni : Kepanduan, Kepalangmerahan, SAR dan Cinta Alam difokuskan menjadi 3 bidang yakni : Kemanusiaan, Lingkungan Hidup dan Kedisiplinan yang ditetapkan dalam Rakornas CBP pada 6 – 8 Januari 2006 bertempat di Wisma Depag Jakarta Selatan. Program ini berlanjut hingga Kongres IPNU  XV di Asrama haji Pondok Gede Jakarta, 9 – 12 Juli 2006 yang menetapkan Rekan Idy Muzayyad sebagai ketua umum IPNU dan selanjutnya menunjuk Rekan Alvin M Hasanil Haq sebagai Komandan Nasional.
Pada masa ini banyak hal yang dilakukan dalam rangka memajukan dan mengembangkan potensi kader-kader CBP diantaranya : Kemah Pelajar Hijau dalam Rangka Diklat Peduli Lingkungan 6 – 8 April 2007 di Ponpes Wali Songo Gomang Singgahan Tuban, Workshop Ke-CBP-an 17 – 20 Mei 2007 di Ponpes Maslakul Huda pati. Tidak sampai disitu saja CBP juga ikut serta dalam berbagai event kemanusiaan misalnya pada saat terjadi Banjir Bandang di Jakarta.
Hasil Workshop di Pati mengamanatkan CBP untuk menyelenggarakan Rakornas yang kemudian terselenggara pada 22 – 25 Agustus 2007 bertempat di Hotel Diamond Samarinda bersamaan dengan penyelenggaraan Rakernas IPNU. Pada Rakornas ini diputusakan beberapa hal yang bekaitan dengan Ke-CBP-an diantaranya adalah sasaran kegiatan CBP yang semula Kemanusiaan, Lingkungan Hidup dan Kedisiplinan menjadi Kemanusiaan, Lingkungan Hidup dan Bela Negara, kemudian juga pada Rakornas pada saat itu merubahan nama dari Corps Brigade Pembangunan menjadi CORPS BARISAN PELAJAR.

Kamis

Seputar 11 September 2001 (WTC-AS)

Skenario di balik 11 November 2001

Oleh: Ahmad Taufiq Abdurrahman

Diterbitkan dalam rubrik “Kajian” Majalah Gontor, edisi Desember 2008

Banyak cerita seputar runtuhnya WTC, pencakar langit kebanggaan Amerika. Arab Conspiracy Theory (ACT) hasil rekayasa Gedung Putih, menyisakan banyak misteri. Patutlah jika kemudian lahir teori-teori lain hasil riset dan investigasi. Salah satunya seperti berikut ini, dikutip dari http://www.how911wasdone.blogspot.com.

Seminggu sebelum peristiwa 9/11 terjadi, Larry Silverstein, membeli sebuah gedung murah yang dekat dengan kompleks gedung WTC. Murah karena mengacu kepada gedung berasbes. Ia pastikan bahwa gedung itu akan lolos dari aksi teroris. Selanjutnya ia menyewa perusahaan keamanan Israel dimana 2-3 minggu sebelum peristiwa 9/11 memutus aliran tenaga listrik di seluruh gedung WTC dengan alasan pemeliharaan, sehingga gedung dalam keadaan kosong dan ahli peledakan dapat bekerja tanpa ada gangguan.

Pada saat itu kondisi gedung aman sehingga memungkin tim ahli peledak dari tentara Israel yang dipimpin oleh Peer Segalovits masuk ke dalam gedung WTC. Bahan-bahan peledak tersebut beserta detonatornya (pemicu) telah disiapkan dengan izin dari perusahaan Urban Moving System, milik Mossad. Selama pekan tersebut, bahan peledak yang telah disiapkan itu diangkut ke dalam sebuah mobil van, dibawa ke basement WTC lalu di bawa ke lift, dikeluarkan di lift, dan diangkat ke atas atap lift dengan cara membuka langit-langit lift.

Selanjutnya lift itu bergerak dari satu lantai ke lantai lainnya sementara bahan peledak terus dipasang di tempat-tempat sebagaimana yang terlihat di video ini dari menit 0:22 seterusnya. Detonator (pemicu) bahan peledak tersebut bekerja dengan sistem kendali radio dan akhirnya diledakkan dari WTC7 di hari peristiwa 9/11.

Kilas balik, Hamburg 54 Marienstrasse, Juli 2000, pukul 22:40. Mohammad Atta, al-Shehhi dan Jarrah, yang kemudian disalahkan sebagai pilot pesawat dengan nomor penerbangan 11, 175 dan 93, bertiga mereka tinggal dalam satu apartemen. Tiba-tiba bel pintu berdering. Jarrah membukanya, dan lima orang bertopeng dan bersenjata api menerobos masuk.

Tiga orang Arab itu dipaksa tiarap. Paspor mereka diambil. Mereka dibuat pingsan dengan suatu cairan. Tak lama kemudian mereka meninggal. Jasad mereka dibawa keluar dari apartemen, kemudian dimasukkan ke dalam sebuah mobil van lalu dibawa ke sebuah tempat sepi di sebuah gedung dekat sungai Elbe di luar Hamburg, satu kilometer sebelah utara Borstel, lalu dibuang ke sungai dengan kaki terikat pemberat batu dalam tas.

Paspor mereka selanjutnya diberikan kepada tiga agen terpilih Mosad yang memiliki kemiripan dengan ketiga pria Arab itu. Agen-agen itu pergi ke Amerika saat musim panas tahun 2000, dan mengikuti sekolah penerbangan, dengan identitas curian.

Beberapa tahun sebelumnya, Michael Goff, orang Israel bekerja di Ptech. Perusahaan milik orang Arab mengembangkan software beberapa institusi pemerintah, seperti Norad dan FAA. Menggunakan saluran yang aman, Goof menghubungi Amit Yoran, orang Israel lainnya, untuk mengatur rencana memberikan komputer yang memiliki program akses memecahkan kode kepada tentara Israel. Hal ini berkait dengan peristiwa pembajakan yang tidak terdeteksi karena penerbangan yang dibajak di bawah pengawasan Norad.

Pesawat yang dibajak, sebenarnya dikendalikan dengan remote kontrol dan diterbangkan ke WTC. Pembajakan pesawat terbang menggunakan remote kontrol sebelumnya telah diuji pada misi penghancuran penerbangan 990 maskapai Egypt Air milik Mesir, yang meledak di laut Altanlik, 31 Oktober 1999.

Di hari peristiwa 9/11, agen Israel yang mirip “para pembajak Arab” itu sengaja menampakkan diri agar tertangkap sorotan kamera. Data ini penting karena pihak keamanan di kedua bandara tempat pemberangkatan pesawat yang akan dibajak berada di bawah perusahaan Israel. Meski perusahaan itu cabang perusahaan yang berpusat di Belanda, namun dimiliki oleh Israel, melalui ICTS yang dipimpin Menahem Atzmon. Hal tentang lelaki ini, ia berteman akrab dengan Ehud Olmert, petinggi politik Israel, sejak 1998.

Setelah para agen Israel “mirip pembajak” berdiri dan tertangkap kamera, mereka kemudian meninggalkan bandara melalui pintu masuk di samping bandara. Tak lama setelah pesawat lepas landas, seseorang mampu mengirimkan sinyal ke pesawat untuk mengambil alih operasi pesawat dan membuat pilot maupun pusat pengendali tak mampu mengendalikan pesawat lagi. Jalur pesawat pun diubah.

Pilot mungkin sudah mencoba untuk mengendalikan pesawatnya, tapi tak mampu. Dalam kondisi demikian, tak lazim jika ia memberitahukan kondisi kritis itu kepada para penumpang, khawatir mereka panik. Karena tenang, para penumpang mengira tidak terjadi apa-apa, hingga tak ada alasan mereka melakukan pemanggilan melalui telepon seluler ke teman-teman mereka.
Ketika para penumpang 9/11 menuju kematian, di darat agen Israel menelepon para relasi penumpang menggunakan teknologi pengubah suara. Rekayasa suara palsu itu, sangat mampu dihasilkan kaum Yahudi karena mereka menguasai jaringan telekomunikasi besar Amerika, seperti perusahaan Amdocs atau Verint.

Saat para penumpang bingung karena mereka tujuan pesawat mereka berubah ke New York. Tak sempat mereka lakukan apa-apa. Ledakan pun terjadi. Saat sebagian besar penduduk New York berada dalam situasi mencekam, para ahli peledakan gedung malah bersuka ria merayakan keberhasilannya. Sungguh rencana rapih dan berjalan dengan baik.


Ini cerita (fiksi) seputar serangan ke WTC New York
Decky Tetradiono
Sun, 16 Sep 2001

Adegan Pertama
Andy, bocah kecil usia 9 tahun sedang berjalan-jalan dengan ibunya di New
York. Begitu melihat WTC ditabrak pesawat dan terbakar ia langsung bertanya
ke ibunya : Ibu, ibu, kenapa Superman tidak datang ?
Ibunya sambil terus memandangi gedung WTC menjawab : "Tidak sayangku,
Superman hari ini tidak bisa datang, ia sedang rapat koordinasi dengan
Batman dan Spiderman".

Adegan kedua
Rambo sangat marah mendengar WTC diserang. Ia bergegas menuju New York.
Sesampai di WTC yang sedang terbakar hebat ia masuk ingin menyelamatkan
sebanyak mungkin orang. Begitu sampai di pintu lift terdapat tulisan " Out
of order" Rambo akhirnya mengambil tali dan melemparkannya ke lantai
sepuluh. Ia ingin naik. Baru sampai dilantai lima, tiba-tiba WTC ambruk.
Rambo tidak sempat menyelamatkan diri. Setelah agak reda, petugas segera
menemukan tubuhnya. Sebelum akhirnya mati ia sempat mengucapkan kata-kata :
Sialan Bush! Saya kira akan sesuai dengan skenario."
Adegan ketiga
Peristiwa WTC New York menggemparkan seluruh dunia. Mereka merespon dengan
berbagai cara.
Orang Amerika : Kurang ajar! Akan kami balas mereka !
Orang Israel : Oh, saudara kita ditimpa musibah......
Orang Kanada : Jangan sampai terjadi di negara kita.
Orang Inggris : Kita tidak rela ini terjadi pada Amerika. Itu setan abad ini
!
Orang Palestina : Mereka pantas mendapatkan itu.
Orang Libya : Apakah kami boleh membantu, saudara ???#|}@$#%&((*"?>>,??
Orang Irak : Mampus, biar dirasain !
Orang Malaysia : Ini tragedi bangsa-bangsa dunia
Orang Jepang : Ini jangan sampai mempengaruhi ekonomi kita.
Orang Indonesia: Ah, ini lapangan kerja.....! (ternyata yang ngomong orang
Madura!)

Adegan keempat
Yuk, nonton yang asli di Metro TV.
Adegan kelima Begitu mendengar 6 (enam) orang berkebangsaan Indonesia yang
bekerja di lantai 90 gedung WTC dapat lolos dari maut, pihak CNN segera
mewawancarai mereka......
CNN : Bagaimana keadaan anda sekarang ini ??
WNI : Ya, kami semua baik-baik saja.
CNN : Suatu anugrah dari Tuhan sehingga anda semua dapat lolos dari maut.
WNI : Ya, kami bersyukur akan kebesaran Tuhan.
CNN : Dapat anda ceritakan, bagaimana anda semua dapat lolos dari tragedi
ini ??
WNI : Ach ini...semua hanya karena kebiasaan bangsa kami saja....
CNN : Maksud anda ??
WNI : Ya, kami semua sudah terlatih untuk datang selalu terlambat. Sehingga
saat kami tiba, ech gedung WTC-nya sudah nggak ada lagi.... yach selamatlah
kami semua....
CNN : @#%#^&%&*

Arin Arrosyid 'thebrokenwings' 

Selasa

MALAIKAT itu bernama IBU

Suatu hari ada seorang bayi yang akan di lahirkan ke dunia. Sang bayi bertanya kepada Allah Swt,”Para malaikat mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke dunia, tapi bagaimana cara hidup saya di dunia, saya begitu kecil dan lemah?”

Allah Swt menjawab,”Aku telah memilih 1 malaikat terbaik untukmu, ia akan menjaga dan mengasihimu. “

Sang bayi berkata,”Tapi disni…., di Surga….., yang saya lakukan selalu bernyanyi dan tertawa. Ini sudah cukup bagi saya untuk bisa bahagia.”

Allah Swt menjawab,”malaikatm u akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari, dan kamu akan merasakan kehangatan Cintanya dan menjadi lebih bahagia.”

Sang bayi bertanya kembali,”dan bagaimana saya bisa mengerti saat orang-orang berbicara kepadaku, saya tidak mengerti bahasa mereka, Ya Allah?”

Allah Swt menjawab,”Malaikatmu akan berbicara kepadamu dengan bahasa yang paling indah yang pernah kamu dengar, dan dengan penuh kesabaran serta perhatian dia akan mengajarkan bagaimana kamu berbicara.”

Sang bayi bertanya,”Saya mendengar bahwa di dunia banyak orang jahat, kelak siapa yang akan melindungi saya di sana?”

Allah Swt berkata,”Malaikatmu akan melindungi dirimu, walaupun hal itu dapat mengancam jiwanya.”

Sang bayi menjawab,”Pasti saya akan merasa sedih karena tidak melihat-MU lagi.”

Kemudian Allah Swt berkata lagi,”Malaikatmu akan menceritakan kepadamu tentang AKU, dan akan mengajarkan kepadamu bagaimana agar kau bisa kembali kepada-KU, walaupun sesungguhnya AKU selalu berada di sisimu.”

Saat itu tiba-tiba Surga menjadi begitu hening, sehingga suara dari bumi dapat terdengar, dan sang anak bertanya kepada Allah Swt,

“Ya Allah yang selalu mengasihiku…. , jika aku harus berangkat sekarang….bisakah Engkau memberi tahu aku nama malaikatku itu?”

Allah Swt menjawab,”Kamu akan memanggil malaikatmu….IBU….”


Arin Arrosyid 'thebrokenwings' 

Minggu

Kisah St. Valentine

Valentine adalah seorang pendeta yang hidup di Roma pada abad ketiga. Ia hidup di kerajaan yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Claudius yang terkenal kejam. Ia sangat membenci kaisar tersebut, dan ia bukan satu-satunya. Claudius berambisi memiliki pasukan militer yang besar, ia ingin semua pria di kerajaannya bergabung di dalamya.
Namun sayangnya keinginan ini bertepuk sebelah tangan. Para pria enggan terlibat dalam perang. Karena mereka tak ingin meninggalkan keluarga dan kekasihnya. Hal ini membuat Claudius sangat marah, ia pun segera memerintahkan pejabatnya untuk melakukan sebuah ide gila.
Ia berfikir bahwa jika pria tak menikah, mereka akan dengan sennag hati bergabung dengan militer. Lalu Claudius melarang adanya pernikahan. Para pasangan muda menganggap keputusan ini sangat tidak manusiawi. Karena menganggap ini adalah ide aneh, St. Valentine menolak untuk melaksanakannya.
Ia tetap melaksanakan tugasnya sebagai pendeta, yaitu menikahkan para pasangan yang tengah jatuh cinta meskipun secara rahasia. Aksi ini diketahui kaisar yang segera memberinya peringatan, namun ia tak bergeming dan tetap memberkati pernikahan dalam sebuah kapel kecil yang hanya diterangi cahaya lilin, tanpa bunga, tanpa kidung pernikahan.
Hingga suatu malam, ia tertangkap basah memberkati sebuah pasangan. Pasangan itu berhasil melarikan diri, namun malang ia tertangkap. Ia dijebloskan ke dalam penjara dan divonis mati. Bukannya dihina, ia malah dikunjungi banyak orang yang mendukung aksinya. Mereka melemparkan bunga dan pesan berisi dukungan di jendela penjara.
Salah satu dari orang-orang yang percaya pada cinta itu adalah putri penjaga penjara. Sang ayah mengijinkannya untuk mengunjungi St. Valentine di penjara. Tak jarang mereka berbicara selama berjam-jam. Gadis itu menumbuhkan kembali semangat sang pendeta itu. Ia setuju bahwa St. Valentine telah melakukan hal yang benar.
Di hari saat ia dipenggal,14 Februari, ia menyempatkan diri menuliskan sebuah pesan untuk gadis itu atas semua perhatian, dukungan dan bantuannya selama ia dipenjara. Diakhir pesan itu, ia menuliskan : “Dengan Cinta dari Valentinemu.”
Pesan itulah yang kemudian merubah segalanya. Kini setiap tanggal 14 Februari orang di berbagai belahan dunia merayakannya sebagai hari kasih sayang. Orang-orang yang merayakan hari itu mengingat kematian St. Valentine.

Pertanyaannya adalah.
1. Apa yang terjadi? Kenapa peringatan kematian seorang pendeta dikonotasikan dengan hari kasih sayang? Yang 'maaf' entah apa isi di dalamnya.
2. Apa hubungan peringatan kematian seorang pendeta dengan coklat & warna pink?
3. "Pantaskah (ilokkah "jawa") kita sebagai muslim ikut merayakan kematian seorang pendeta?. Sementara kita tidak pernah peduli dengan perjuangan seorang Muhammad yg telah berjuang dengan gagah berani mengibarkan bendera cinta & kasih sayang dunia-akhirat.

Mari kita hela nafas dan berpikir sejenak tentang perayaan kematian seorang pendeta yg kemudian menjadi perayaan hari kasih sayang.

 Arin Arrosyid 'thebrokenwings

Sabtu

Pola Hubungan Santri dan Kiai

Dalam tradisi pesantren, gelar kiai biasanya digunakan untuk menunjukkan para ulama dari kelompok Islam tradisional, dan merupakan elemen paling pokok dalam sebuah pesantren. Dalam struktur sosial, politik dan masyarakat  mereka digolongkan ke dalam salah satu dari kelompok elite. Walaupun perhatian mereka sebenarnya lebih terfokus pada masalah-masalah agama semata, tetapi dalam kehidupan sosial keberadaan para kiai dianggap mampu membuat keputusan-keputusan yang penting, tidak hanya dalam kehidupan keagamaan saja, melainkan juga dalam percaturan politik. Barangkali karena alasan inilah, maka ada sementara ahli yang mengatakan bahwa kiai dengan pesantrennya pada dasarnya identik dengan sebutan kerajaan kecil, dimana kiai merupakan sumber kekuasaan dengan kewenangan yang absolut.  Sebagaimana telah disebutkan di atas, bahwa keberadaan kiai sebagai guru merupakan unsur yang paling pokok dalam sebuah pesantren. Seorang alim biasa disebut kiai bilamana memiliki pesantren dan santri yang tinggal dalam pesantren tersebut. Oleh karena itu, hubungan antara kiai dengan santri dapat diibaratkan seperti dua sisi dalam mata uang. Artinya seorang kiai sebagai guru mempunyai hubungan yang tidak dapat dipisahkan dengan para santri atau murid-muridnya. Hubungan antara kiai dengan santri dalam kehidupan sehari-hari, nampaknya sangat dipengaruhi oleh pandangan dan keyakinan yang hidup di kalangan para santri, bahwa kiai sebagai penyalur keilmuan yang dapat memancarkan kepada para santrinya. Selain itu, konsep-konsep ajaran Islam yang mewajibkan seorang muda menghormati orang yang lebih tua, atau seorang anak harus hormat, patuh dan taat kepada orang tua, nampaknya sangat mempengaruhi bentuk pola hubungan di antara mereka. Oleh sebab itu, pola hubungan yang terwujud di antara para santri dengan kiainya tidak hanya terbatas pada hubungan antara murid dengan gurunya, melainkan juga mencerminkan hubungan antara anak dengan orang tuanya.  Hal yang demikian, diakui pula oleh para santri di Pondok Pesantren Attaroqi. Salah seorang santri senior, yang telah lama mengabdikan dirinya di pondok pesantren ini menuturkan, bahwa K.H. Alawy Muhammad yang kini menjadi pimpinan di pondok pesantren ini para santri menganggapnya sebagai orang tuanya sendiri. Sebagai seorang santri senior yang telah berhasil membaca kitab kuning, ia merasa bahwa keberhasilan itu sangat di dukung oleh kiainya, terutama K.H. Alawy Muhammad. Dukungan itu bukan hanya berupa nasehat belaka, melainkan juga dukungan materi, sehingga telah mengantarkannya menjadi seorang ustadz  Dampak sosiologis yang ditimbulkan dari kedudukan kiai berperan dalam membentuk ekspektasi- ekspektasi sosial di pesantren. Dengan kelebihan, baik secara sosial maupun spiritual, kiai memiliki pesan sentral yang dapat mengubah hubungan sosial antara kiai dan santri yang semula bersifat kontraktual menjadi hubungan pertukaran (social exchange). Kedudukan dan peran sosial kiai menjadi sentralistis dan berpengaruh besar dalam membentuk kesadaran intersubyektif santri, terutama cita-citanya dalam "meraih" kehidupan ala kiai (self indication) sebagai pemimpin spiritual (Romas, Vol.2, No.2, Juli-Desember 2008 :2-3). Oleh karena itu, kiai adalah elemen pokok dalam komunitas pesantren yang memiliki kedudukan dan peran sosial dominan sekaligus berfungsi sebagai pembentuk konsensus dan penegak nilai-nilai dan norma-norma kehidupan pesantren



Sember : Sosiologi Agama Universitas Sunan Kalijga 1

Jumat

Generasi muda

Generasi muda kita saat ini sedang di ombang ambingkan dalam pengaruh zaman yang semakin maju dan berkembang ini, hanya saja kemajuan teknologi di zaman yang maju ini tidak di imbangi dengan kemajuan cara pemikiran para kader muda kita, seolah-olah generasi kita terlena akan kemajuan zaman yang pesat ini. patut diprihatinkan dalam kondisi yang kurang mendukung dan pertarungan ideologi yang sangat kental akan persaingan ini menjadikan terkadang kita lupa membekali kader muda kita dengan sesuatu yang memguatkan keadaan ideologi yang ada pada kader muda NU saat ini.
bahwasamya kita sekarang perlu dan sangat berkerja keras akan keadaan yang memang sangat menuntut ke ikut andilan kita dalam penyelarasan dalam diri kader muda kita, sebagai generasi muda NU yang senantiasa dalam hal ini memahami kemajuan teknologi diera ini. perlu disadari pula bahwa kemajuan ini menjadikan kita sangat intensif dalam pengawaln perkembangan zaman.bukan hanya itu saja peran yang harus kita ambil aadalah peran yang menuntut agar kita selalu menjaga keinisiatifan kita dalam pengawalan itu tadi.
penguatan ideologi pada diri kader saat ini memang sangat perlu dan harus dilakukan para generasi muda. keadaan saat ini merupakan keadaan yang luar biasa terlihat akan keadaan persaingan itu tadi. perlunya keintensifan pengawalan terhadap kader muda ini untuk senantiasa menjaga keadaan ideologi yang ada pada diri kader tadi, jangan sampai kita terlupakan dengan keadaan yang menjadikan kader muda itu hilang dan terpengaruh terhadap ideologi yang lain, ini menjadi salah satu PR bagi setiap eleman dalam diri pengurus IPNU-IPPNU saat ini.
serangan yang gencar dilakukan untuk merobohkan kekuatan NU memang datang dari berbagai penjuru sedamgkan kita apakah sudah siap dengan serangan terhadap kader-kader kita saat ini. mari rapatkan barisan dan perkuat dari berbagai eleman yang ada dalam diri IPNU-IPPNU agar nantinya kader kita tak terkena serangan itu.

Oleh : Arif Syukron

Kamis

BAZAR IPNU-IPPNU

Wonosobo, Disela Rapat Pleno PBNU di Universitas Sains Al-Quran (Unsiq), diadakan pameran industri rumahan karya Nahdliyin. Pameran terletak di samping masjid Unsiq itu terdiri dari 11 stan, Pameran dimulai sejak Jumat (6/9) dan akan berkhir Ahad (8/9).  

Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama Cabang Wonosbo. membuka stan Makanan Khas Wonosobo dan Buku-buku karya kader-kader IPNU-IPPNU, Di antara yang dipamerkan pelajar-pelajar NU itu adalah karica, purwaceng, tiwul instan, gula aren, renginang, tempe kemul mini, aneka macam opak, kripik kentang, dan kripik jagung.Di samping itu, stan IPNU-IPPNU juga memamerkan buku-buku karya kader IPNU Wonosobo, diantara buku itu antara lain karya Ahmad Muzan berjudul Diaspora Islam Damai. Buku itu menjelaskan tarekat dan perannya dalam penyebaran Islam serta sejarah berdirinya masjid Al-Mansur Wonosobo. Dan buku Bunga Rampai Nahdlatul Ulama Wonosobo 1931-Awal Reformasi. 



selain stan IPNU juga terdapat stan Pimpinan Cabang Fatayat NU Wonosbo. Di situ dipamerkan sekitar 26 jenis makanan ringan dan beberapa pakaian muslimah karya PAC-PAC Fatayat.  kerajinan tangan itu bersumber dari anggota Fatayat di 15 PAC. “PAC Fatayat sudah melakukan ini sejak 6 tahun yang lalu.

Stan-stan lain ada yang memamerkan kaos oblong, batik dan logo NU. PMII Unsiq memamerkan buku. Lebih seratus judul buku ada di situ. Kemudian stan LAZISNU. Stan ini  memamerkan kegiatan-kegiatan LAZISNU yang ditampilkan di baner, standing baner, pamflet. Juga majalah serta seruan-seruan untuk mengeluarkan zakat, infak dan sedekah.

Rabu

Mancanegara Tertarik Belajar NU

Nahdlatul 'Ulama (Kebangkitan 'Ulama atau Kebangkitan Cendekiawan Islam), disingkat NU, adalah sebuah organisasi Islam terbesar di Indonesia yang bergerak di bidang pendidikan, sosial, dan ekonomi.dengan menganut paham Ahlussunah waljama'ah, sebuah pola pikir yang mengambil jalan tengah antara ekstrem aqli (rasionalis) dengan kaum ekstrem naqli (skripturalis). Karena itu sumber pemikiran bagi NU tidak hanya al-Qur'an, sunnah, tetapi juga menggunakan kemampuan akal ditambah dengan realitas empirik. Cara berpikir semacam itu dirujuk dari pemikir terdahulu seperti Abu Hasan Al-Asy'ari dan Abu Mansur Al-Maturidi dalam bidang teologi. Kemudian dalam bidang fiqih lebih cenderung mengikuti mazhab: imam Syafi'i dan mengakui tiga madzhab yang lain: imam Hanafi, imam Maliki,dan imam Hanbali sebagaimana yang tergambar dalam lambang NU berbintang 4 di bawah. Sementara dalam bidang tasawuf, mengembangkan metode Al-Ghazali dan Junaid Al-Baghdadi, yang mengintegrasikan antara tasawuf dengan syariat.

Tidak hanya di Indonesia NU juga berkembang di berbagai Negara di dunia dan banyak mancanegara yang ingin belajar NU, dari mulai Masyarakat secara umum (masyarakat awam sampai para Ulama. Wakil Ketua Umum PBNU H As’ad Said Ali menyatakan, ulama negara Afghanistan dan Malaysia sangat tertarik belajar ajaran dan tradisi Nadlatul Ulama. Terutama pada sikap NU yang tasamuh, tawasuth, tawazun, dan musyawarah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kita harus bangga menjadi NU karena banyak ulama luar seperti Afghanistan maupun Malaysia berdatangan ke Indonesia untuk mengetahui ajaran, tradisi, dan peranan NU membentuk dan mengawal Indonesia,” katanya dalam acara Halaqoh Pondok pesantren yang dilaksanakan Pesantren Luhur Wahid Hasyim Semaranag di Hotel Abbas Kudus, Jawa Tengah, Ahad (22/9).

Di depan ratusan santri dari berbagai pesantren Kudus, Jepara dan Demak ini, As’ad lebih banyak menceritakan kedatangan ulama Afghanistan yang mengunjungi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta belum lama ini.  Dikatakannya, para ulama Afghanistan sangat kagum terhadap tradisi pesantren yang melatih dan mendidik langsung para santri untuk selalu dzikir, tawadhu, berakhlakul karimah, dan takut dosa.

“Kekaguman mereka terlihat saat kita ajak mengunjungi pesantren di  Yogyakarta. Bahkan mereka sangat histeris mendapat sambuatan dengan tradisi NU Dzibaan dan istighosahan,” ujarnya.

Saat mengunjungi Museum NU di Surabaya, ulama Afghanistan melihat isi surat Komite Hijaz yang dikirim kepada Kerajaan Arab Saudi. Mereka, tutur As’ad, merasa berhutang budi pada ulama (NU) Indonesia karena surat tersebut, Masjidil haram bebas menjalankan mazhab apapun.

“Ini artinya sejarah itu penting jangan sampai hilang. Oleh karenanya orang NU selain tahu akidah maupun syariah, harus selalu menjaga sejarah dan tradisinya,” tegas As’ad.

As’ad menerangkan, hubungan antara kebangsaan dan keagamaan itu satu kesatuan yang tidak perlu dipertentangkan. Ia mencontohkan, Mbah Wahab Hasbullah pada tahun 1916 membentuk organisasi bernama Nahdlatul Wathan untuk menumbuhkan semangat keislaman dan nasionalisme.

Di akhir ceramahnya, ia menegaskan Pancasila merupakan manifestasi dari ajaran yang dibawa para wali. Pancasila adalah final dan harga mati sebagai dasar negara.

“NU berperan besar memperjuangkan Pancasila. Makanya orang NU harus mengisi dan mengawal kehidupan berbangsa dan bernegara secara damai,” tandasnya. (Qomarul Adib/Abdullah Alawi)

sumber
http://www.nu.or.id

Selasa

NU Peduli HIV & AIDS

Nahdlatul Ulama (NU) Melalui Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) tengah gencar melakukan penanggulangan Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS) melalui seminar, sosialisasi dan pelatihan kader untuk penanggulangan HIV/AIDS. 

Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala dan infeksi (atau: sindrom) yang timbul karena rusaknya sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV, atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV, dan lain-lain).

Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.

Orang yang telah mengidap virus AIDS akan menjadi pembawa dan penular AIDS selama hidupnya, walaupun tidak merasa sakit dan tampak sehat. AIDS juga dikatakan penyakit yang berbahaya karena sampai saat ini belum ada obat atau vaksin yang bisa mencegah virus AIDS. Selain itu orang terinfeksi virus HIV akan merasakan tekanan mental dan penderitaan batin karena sebagian besar orang di sekitarnya akan mengucilkan atau menjauhinya. Dan penderitaan itu akan bertambah lagi akibat tingginya biaya pengobatan. Bahaya HIV/AIDS yang lain adalah menurunnya sistim kekebalan tubuh. Sehingga serangan penyakit yang biasanya tidak berbahaya pun akan menyebabkan sakit atau bahkan meninggal.

HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, cairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim (vaginal, anal, ataupun oral), transfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.sekilas diskripsi singkat HIV/AIDS ini kami peroleh dari hasil Program Penanggulangan HIV/AIDS Pengurus Pusat (PP) LKNU di Hotel Surya Yudha, Jl. Raya Rejasa Banjarnegara 53482 selasa-jumat (24-27 september 2013). dimana  kami PC IPNU-IPPNU turut menjadi bagian dalam program tersebut. Program ini merupakan bentuk keprihatinan dan kepedulian NU terhadap isu HIV/AIDS di Indonesia dan Dunia Umumnya. mengutip dari NU Online terkait program ini:

Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) tengah gencar melakukan penanggulangan Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome (HIV/AIDS). Pasalnya, perkembangan kasus baru virus mematikan ini, di Indonesia belum menunjukkan penurunan yang signifikan. 

Hal tersebut disampaikan Koordinator Program Penanggulangan HIV/AIDS Pengurus Pusat (PP) LKNU Hj Sri Rahayu di sela Sosialisasi Hasil Bahtsul Masail dan Pelatihan Kader NU di Hotel Bahari Inn, Jl Dr Wahidin Sudirohusodo No 1, Tegal, Jawa Tengah, Rabu (25/9) malam.
 Menurut Ayu, demikian panggilan akrabnya, Pengurus Wilayah NU (PWNU) Jawa Tengah saat ini diberi mandat sebagai Sub Recipient (SR) untuk melakukan upaya penanggulangan dan pencegahan HIV/AIDS di Jawa Tengah. Melalui forum Bahtsul Masail, NU membahas berbagai permasalahan yang terjadi, termasuk tentang HIV dan AIDS. 

Sosialisasi hasil Bahtsul Masail terkait penanggulangan HIV&/IDS diberikan kepada Pengurus Cabang, Badan Otonom, Lembaga maupun Lajnah. Khusus bagi Kader NU di 25 Kabupaten/Kota, PW NU Jawa Tengah melalui SR NU Jateng juga digelar pelatihan kader untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan tentang penanggulangan HIV dan AIDS. 

“Kami ingin memberikan penguatan kepada internal kader NU pada peningkatan capacity building dengan pemberian pengetahuan dan skiil,” tuturnya.

Intinya, lanjut Ayu, kegiatan ini diselenggarakan untuk memberikan pengetahuan mengenai HIV/AIDS dan skill menulis, serta pengembangan media visual kepada SSR, Pengurus Cabang NU, pengurus Lembaga dan Badan Otonom NU di level provinsi.

Pelatihan yang digelar 24-27 September itu dilaksanakan serempak di 4 Kabupaten Kota, yakni di Hotel Amaris, Jl. Pemuda No. 138 Semarang, Hotel Margangsa, Jl. Kebangkitan Nasional No 9, Adi Sucipto, Surakarta, Hotel Surya Yudha, Jl. Raya Rejasa Banjarnegara 53482 dan Hotel Bahari Inn, Jl. Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 1 Tegal.

Adapun materi yang disampaikan, di antaranya, adalah Pengantar Program Penanggulangan HIV/AIDS, Kesehatan Reproduksi dan Infeksi Menular Seksual; Pengantar HIV/AIDS: HIV/AIDS Perspektif Kesehatan, Perawatan, Dukungan dan Pengobatan ODHA; Stigma dan dsikriminasi terhadap Populasi kunci ODHA; Aswaja Merespon Perubahan Sosial, Penanggulangan HIV/AIDS dalam perspektif Nahdlatul Ulama, dan Pengantar Jurnalistik dan Tehnik Fasilitasi.


Kontributor: Hakim Asnawi

Senin

Hasyim Asyari

Secarik Biografi Kecil Kyai Haji Mohammad Hasyim Asy'arie

Lahir 10 April 1875
Desa Gedang, Kecamatan Diwek, Kabupaten Jombang, Jawa Timur

Meningga l7 September 1947
Jombang, Jawa Timur

Dikenal karena Pendiri Nahdlatul Ulama, Pendiri Pesantren Tebu Ireng
dan Pahlawan Nasional

Gelar Hadratusy Syaikh

Pasangan Nyai Nafiqoh, Nyai Masruroh

Anak:
Hannah, Khoiriyah, Aisyah, Azzah, Abdul Wahid, Abdul Hakim (Abdul Kholiq), Abdul Karim, Ubaidillah, Mashurroh, Muhammad Yusuf
Abdul Qodir, Fatimah, Chotijah, Muhammad Ya’kub


Keluarga

KH Hasyim Asyari adalah putra ketiga dari 11 bersaudara. Ayahnya bernama Kyai Asyari, pemimpin Pesantren Keras yang berada di sebelah selatan Jombang. Ibunya bernama Halimah. Dari garis ibu, Hasyim merupakan keturunan kedelapan dari Jaka Tingkir (Sultan Pajang).
Berikut silsilah lengkapnya: Ainul Yaqin (Sunan Giri), Abdurrohman (Jaka Tingkir), Abdul Halim (Pangeran Benawa), Abdurrohman (Pangeran Samhud Bagda), Abdul Halim, Abdul Wahid, Abu Sarwan, KH. Asy'ari (Jombang), KH. Hasyim Asy'ari (Jombang)


Pendidikan

KH Hasyim Asyari belajar dasar-dasar agama dari ayah dan kakeknya, Kyai Utsman yang juga pemimpin Pesantren Nggedang di Jombang. Sejak usia 15 tahun, beliau berkelana menimba ilmu di berbagai pesantren, antara lain Pesantren Wonokoyo di Probolinggo, Pesantren Langitan di Tuban, Pesantren Trenggilis di Semarang, Pesantren Kademangan di Bangkalan dan Pesantren Siwalan di Sidoarjo.
Pada tahun 1892, KH Hasyim Asyari pergi menimba ilmu ke Mekah, dan berguru pada Syekh Ahmad Khatib Minangkabau, Syekh Mahfudh at-Tarmisi, Syekh Ahmad Amin Al-Aththar, Syekh Ibrahim Arab, Syekh Said Yamani, Syekh Rahmaullah, Syekh Sholeh Bafadlal, Sayyid Abbas Maliki, Sayyid Alwi bin Ahmad As-Saqqaf, dan Sayyid Husein Al-Habsyi.


Perjuangan

Banyak sekali perjuangan yg telah beliau lakukan diantaranya yang paling terkenal adalah:
Pada tahun 1899, sepulangnya dari Mekah, KH Hasyim Asyari mendirikan Pesantren Tebu Ireng, yang kelak menjadi pesantren terbesar dan terpenting di Jawa pada abad 20.
Pada tahun 1926, KH Hasyim Asyari menjadi salah satu pemrakarsa berdirinya Nadhlatul Ulama (NU), yang berarti kebangkitan ulama selain itu beliau juga menjadi tokoh Nasional